5 Cara Mengatasi Sibling Rivalry Pada Anak

Saat si kakak memiliki adik bayi, sebagian besar akan merasa sayang dengan kehadiran adik barunya itu. Seiring berjalannya waktu, ketika adik mulai bisa bicara dan mengungkapkan ekspresinya akan terjadi beberapa ‘perselisihan’ antar adik kakak. 

Persaingan dalam kehidupan merupakan hal yang lumrah terjadi. Jangankan pada anak-anak, orang dewasa saja selalu saling bersaing dalam kehidupan mereka. Namun, dalam dunia anak, khususnya buah hati Anda, muncul yang namanya Sibling Rivalry. Apa itu sibling rivalry? 

Sibling rivalry dengan kata lain persaingan antara saudara, seperti kakak dan adik, pastinya kerap kali  bunda temui di rumah, bukan? Hal tersebut wajar saja kok. Namun sebagai orangtua harus mengetahui beberapa penyebab dan cara mengatasi sibling rivalry agar tidak merembet hingga mereka dewasa nanti.

Kemungkinan adanya persaingan bisa dipicu karena keinginan diperhatikan lebih, ingin mendapat sanjungan, berebut mainan, makanan, bahkan hal sepele seperti tempat duduk saja mereka bisa berebut. 

Namun, sebagai orang tua ada kalanya memahami ketidak baikan pertengkaran yang terus-menerus ya! Oleh karena itu, di bawah ini ada sejumlah tips mengatasi sibling rivalry. 

Cara Mengatasi Sibling Rivarly 

Jadilah Penengah

Menghadapi dunia anak-anak pada generasi penerus memang menyenangkan ya, Bunda! Namun, jika Anda tidak teliti mengatasinya, maka bisa fatal. Tips dari kami supaya Anda tidak terkesan pilih kasih di antara salah satunya adalah dengan menjadi penengah.

Meskipun salah satu di antara buah hati Anda ada yang salah, memojokan seolah buah hati Anda yang satunya bersifat benar tidaklah baik. Bukannya meredakan masalah, yang ada malah membuat salah satunya menjadi dendam. 

Menasihati keduanya dengan cara yang dipahami oleh anak-anak adalah langkah paling tepat yang perlu Anda coba. Posisikan diri Anda ketika menjadi anak A dan juga anak B. 

cara mengatasi sibling rivalry
cara mengatasi sibling rivalry

Mengalihkan Perhatian

Ibu pintar, ada kalanya Anda berdiam diri memperhatikan si buah hati saling adu lalu mengamati bagaimana mereka menyelesaikan masalah. Namun, karena masih anak-anak, sibling rivalry ini sering kali membawa hal-hal yang tidak diinginkan terlebih sampai terbawa dewasa. 

Meskipun pada mulanya khawatir, Anda bisa memberikan pengalihan pada buah hati yang sedang bertengkar. Berpura-pura membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan pekerjaan sepertinya bagus juga! 

Seperti halnya menginginkan bantuan mereka untuk membereskan tempat tidur, membuang sampah, mengelap meja makan, dan lain sebagainya segala kegiatan yang ringan. Alhasil, mereka pun jadi berhenti bertengkar dan malah fokus membantu Anda, bukan?

Namun setelah itu tetap wajib selesaikan emosi buah hati Anda ya. Ketika mereka sudah lebih bisa tenang kita bisa ajak mereka untuk bicara dari hati ke hati agar mampu menyelesaikan masalahnya. 

Menerapkan Aturan Tegas

Selain dua langkah di atas dalam cara mengatasi sibling rivalry, sebagai orang tua Anda bisa menerapkan aturan tegas. Aturan yang tegas dapat mengatasi hal tersebut sehingga mau tidak mau mereka memang harus mematuhi aturan Anda. Aturan yang dibuat pun akan membuat mereka semakin disiplin sehingga tidak berani berbuat seenaknya.

Aturan yang dibuat juga akan langsung mengingatkan mereka apa konsekuensi yang akan didapatkan pada saat bertengkar. Karena tidak menginginkan konsekuensi tersebut terjadi pada mereka alih-alih jadilah tidak bertengkar. Bukan hanya itu saja, aturan juga akan memberi kehidupan yang damai dan disiplin.

Mengajarkan Negosiasi

Pertengkaran antar anak bisa juga diatasi dengan cara mengajarkan negosiasi pada buah hati tercinta Anda. Di mana semakin dewasa anak-anak Anda, maka semakin nalar pula jalan berpikirnya. Dengan begitu, ada kemungkinan memiliki kemampuan menyelesaikan masalah mereka sendiri. Namun, tentu saja masih dalam pantauan Anda.

Hanya saja, perlu Anda beritahu juga. Penyelesaian masalah tidak dengan cara yang kasar. Melainkan melalui cara damai yang positif. Seperti halnya kompetisi masak kecil-kecilan, hitung cepat, dan lain sebagainya. Tentu saja sebagai orang tua, Anda memiliki cara efektif untuk tantangan, bukan?

Tidak Menjadikan Sibling Rivalry sebagai Tontonan

Sibling rivalry yang terjadi pada dunia anak memang kelihatan lucu. Akan tetapi, Bunda tidak perlu menjadikan aksi tersebut sebagai tontonan. Seiring Bunda membiarkan mereka beradu mulut, maka mereka tidak akan mencari-cari perhatian. Akan tetapi, semakin Anda memperhatikan mereka, maka akan semakin mencari-cari perhatian.

Pada dasarnya, selagi apa yang mereka debatkan tidak berbahaya dan masih dalam batas sewajarnya, Anda bisa membiarkan mereka untuk mengatasi masalahnya sendiri. Namun, jika sudah melampaui batas bahkan berbahaya, sibling rivalry ini harus mendapat penanganan khusus dari orang dewasa. 

Banyak cara mengatasi sibling rivalry. Walau terkesan mudah, tetapi prakteknya akan jauh lebih sulit. Namun sebagai orangtua sebaiknya tidak menyerah untuk mencoba mengatasi sibling rivalry ini. 

Anda bisa menemukan informasi dan pusat pembelajaran seputar dunia Bunda lainnya di bundapedia.com.

 

Leave a Comment