Asuransi Jiwa Syariah untuk Masa Depan Keluarga

Suami baru saja mau beranjak dari sofa untuk mengambil air minum ke dapur. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi, “brak….” tubuh Om Luk tergeletak lemas di atas sofa. Sontak kami sekeluarga kaget dan langsung menghampiri sofa. 

Suami menepuk perlahan bagian bahu tubuh Om, namun tidak ada reaksi apapun. Kemudian memeriksa denyut nadi dan area matanya. Innalillahi wa innailaihi rojiun, Om meninggal saat itu juga di usianya yang ke-45 tahun. Usut punya usut hal tersebut terjadi karena serangan penyakit jantung. 

Tak ada yang mengira kejadian tersebut akan berlangsung sangat cepat, dalam hitungan menit hilang semua. Padahal sore itu kami berencana untuk makan bareng di luar bersama-sama. Namun rencana itu batal dan duka menyelimuti keluarga besar kami. 

Melihat anak-anaknya yang masih usia Sekolah dan ternyata Om belum memiliki Asuransi Jiwa Syariah, tentu hal tersebut menambah duka mendalam. Karena mereka tentu masih membutuhkan biaya untuk melanjutkan sekolah.  

Sepuluh tahun berlalu sejak kejadian itu, namun ingatan kami akan kejadian tersebut masih membekas. Apalagi Bundi ini bukan tipe yang jago soal pengelolaan keuangan. Hiks…. Padahal ngerti kok kalau kita ini perlu banget memahami literasi keuangan. 

Di zaman yang semakin modern seperti saat ini serta makin maraknya permasalahan kesehatan disekitar kita maka memiliki asuransi merupakan salah satu cara paling optimal. Hal itu untuk meminimalisir risiko yang berujung pada kerugian. 

Di Indonesia sendiri, sudah banyak jenis asuransi yang dipahami oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah produk asuransi. Produk asuransi dapat menjadi salah satu upaya dalam memproteksi kita melalui upaya memperkecil resiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Kenapa Asuransi Dibutuhkan? 

Berikut ini beberapa alasan kenapa kita membutuhkan asuransi, diantaranya : sebagai perlindungan pendapatan, persiapan dana darurat, perlindungan kesehatan, warisan, persiapan dana pensiun, dan perlindungan dana pendidikan. Ada dua macam asuransi, baik itu secara syariah maupun konvensional yang perlu kita ketahui. 

Blogger Gathering bersama Prudential
Blogger Gathering bersama Prudential

Dua Macam Asuransi

  • Asuransi berdasarkan Jenis. Terdiri dari tradisional (dwiguna, berjangka, dan whole life) dan Unit link
  • Asuransi berdasarkan Fungsi. Terdiri dari : Asuransi jiwa, Kesehatan, Penyakit kritis, dan Kecelakaan diri. 

Nah, disini Bundi akan berbicara mengenai asuransi jiwa syariah. Karena pas banget beberapa waktu lalu Bundi ikutan Blogger Gathering bersama Prudential dengan tema “Membangun Keluarga yang Tangguh Secara Finansial Melalui Asuransi”. 

Sebenarnya apa sih manfaat asuransi syariah ini untuk masa depan kita? Apakah kita memang perlu mendaftarkan diri untuk asuransi syariah ini? Agar kita bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap, silahkan simak saja ulasannya berikut ini. 

Apa Itu Asuransi Jiwa Syariah?

Diantara jenis asuransi lainnya, tentunya asuransi syariah ini bisa dibilang sebagai salah satu jenis asuransi yang masih baru. Asuransi syariah ini pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990-an. 

Bondan Margono selaku Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia menjelaskan perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional. Secara umum, asuransi syariah ini menawarkan keuntungan serta proteksi yang sama, seperti halnya asuransi konvensional pada umumnya. 

Sifat sebagai salah satu produk proteksi risiko tetap menjadi inti yang menggerakkan aktivitas asuransi syariah secara umum. Meskipun memang memiliki kesamaan dengan jenis asuransi konvensional, namun asuransi syariah ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Salah satunya adalah dari prinsip operasinya. 

Asuransi syariah ini menjalankan bisnisnya dengan menggunakan asas saling membantu antara setiap nasabah pengguna produk asuransi syariahnya. Lantas, apa saja manfaat yang bisa kita dapatkan dari asuransi syariah ini?

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional
Perbedaan asuransi syariah dan konvensional

Manfaat Asuransi Jiwa Syariah

Berdasarkan asas yang dijalankan, asuransi syariah ini memiliki keuntungan sebagai salah satu jenis asuransi yang adil. Pasalnya, setiap pihak yang melakukan investasi menggunakan asuransi syariah kan mendapatkan imbalan dengan jumlah yang setara. 

Oleh atas dasar tersebut, asuransi syariah saat ini menjadi salah satu produk asuransi yang cukup populer di Indonesia. Tidak hanya adil, namun asuransi ini memiliki keuntungan yang cukup banyak, diantaranya adalah sebagai berikut ini. 

  • Tidak Ada Dana yang Hangus

Berbeda dengan asuransi konvensional yang memiliki risiko hangusnya dana jika gagal melakukan pembayaran premi sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Untuk asuransi syariah ini tetap menjaga dana kita untuk dapat diterima secara utuh. Hal ini karena adanya konsep dana titipan yang dikenal dengan istilah wadiah. 

Dana tersebut dipisahkan dari rekening aset. Selain itu, dana yang dibebankan untuk biaya operasional biasanya hanya mencapai 30 persen dari biaya premi yang dibayarkan. 

  • Transparansi yang Tetap Terjaga

Transparansi merupakan salah satu faktor yang mampu menarik perhatian dalam sebuah investasi dan asuransi syariah. Asuransi syariah ini memiliki konsep tolong menolong serta informasi mengenai biaya operasional yang akan diberitahukan di awal pengajuan. Pada awal kesepakatan syariah juga menjelaskan tentang pembagian yang akan diterima oleh pemilik layanan serta pemegang polis. 

Tentunya, para pemegang polis akan mendapatkan persentase yang jelas mengenai alokasi dana untuk tabarru’ dan ujroh. Tujuannya adalah untuk menjaga dan melindungi seluruh pihak yang melakukan investasi melalui asuransi syariah. 

  • Jauh dari Riba

Setiap transaksi yang dilaksanakan dengan menggunakan prinsip syariah Islam haruslah terhindar dari riba. Begitu pula dengan asuransi syariah yang memastikan bahwa tidak akan ada dana yang tidak jelas. Informasi penggunaan dana yang ada mencakup aspek tolong menolong yang dijalankan oleh asuransi syariah. 

Selain itu, masih ada beberapa manfaat asuransi syariah lainnya, yakni diawasi oleh dewan pengawas syariah, proteksi yang tidak pernah berubah, dan memiliki kemungkinan double claim. 

Dengan beberapa manfaat diatas, maka Bundi sih setuju ya kalau kita perlu memilih asuransi syariah. Ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita dalam menghadapi resiko. Selain mengetahui manfaatnya kita juga perlu mengetahui alasan memilih asuransi jiwa syariah. 

Hindari transaksi Asuransi syariah
Hindari transaksi Asuransi syariah

Alasan Memilih Asuransi Jiwa Syariah

  • Nilai tolong menolong
  • Bersifat universal
  • Sesuai prinsip syariah
  • Keadilan
  • Transparansi keuangan

Kalau kita berbicara tentang literasi keuangan bagi kaum perempuan tentu sangat menarik sekali. Karena faktanya, 75% perempuan berusia kurang dari 45 tahun mampu membuat keputusan finansial yang baik. 

“Women are better investors. Karena mereka biasanya melakukan riset, mencari sumber terpercaya, punya sifat teliti dan attention to the details, lebih waspada, dan berhati-hati.”

Menurut Aliyah Natasya, Financial Advisor Prudential Indonesia, saat kita membuat perencanaan keuangan tentu tak jauh dari yang namanya pendapatan dan pengeluaran. “Maka disinilah kecerdasan finansial kita diuji dan bagaimana agar keduanya bisa imbang?” Maka hal yang perlu dilakukan yaitu membuat persentase dari anggaran pengeluaran bulanan kita. 

Finansial Planning untuk Perempuan
Finansial Planning untuk Perempuan

Presentase Anggaran Pengeluaran Bulanan 

Berikut ini contoh anggaran pengeluaran bulanan menurut Aliyah yang tentunya bisa disesuaikan dengan anggaran rumah tangga kita masing-masing. 

  • Pengeluaran 60%
  • Perlindungan 10%
  • Hadiah buat Diri Sendiri 10%
  • Investasi 15%
  • Berbagi 5%
  • Cara Memulai Asuransi

Nah kan, ada alokasi pengeluaran untuk asuransi. So, asuransi yang paling utama dan pertama untuk dimiliki yaitu asuransi jiwa. Karena itu semua terkait dengan “siapa pencari nafkah dikeluarga kita” dan terkait juga dengan masa depan keluarga kita.  

“Save First, Spending Later.”

Jadi, apakah kita tertarik untuk menggunakan asuransi jiwa syariah ini?

37 thoughts on “Asuransi Jiwa Syariah untuk Masa Depan Keluarga”

  1. sekitar minggu lalu ada tetangga yang kehilangan suaminya, padahal anaknya masih kecil2, jadi kepikiran buat cari asuransi jiwa syariah dan selama ini mmg belum beli karena blm tahu banyak ilmunya.

    jadi terbantu sekali mba setelah baca tulisannya jadi nambah pertimbangan dan pengetahuan untuk segera pakai asuransi jiwa syariah juga. tx mba for sharing.

    Reply
  2. Memang harus cerdas memilih asuransi ya kak. Selain itu yang syariah membuat kenyamanan tersendiri. Manfaat di masa depan juga banyak, untukku yang ldr hal kayak gini harus terplanning dengan baik.

    Reply
  3. wah menarik nih konsep asuransi jiwa syariah yang akan kembali sepenuhnya ke pemegang polis ya, hitung2 memang untuk tabungan masa depan, biar bisa ngerem tingkat konsumtif kalau uangnya dipegang sendiri

    Reply
  4. Sebelum menulis komentar di blog super keren ini, saya ngucapin turut berduka cita atas kepulangan Omnya ya Mba. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala. aaamiiin… Keberadaan asuransi (jiwa) memang dibutuhkan banget ya. Terutama untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari penyakit berbahaya dan menular, aaamiiin.

    Reply
  5. Memiliki asuransi jiwa menjadi sebuah perlindungan untuk keluarga ya mbak
    aku juga sedang berpikir untuk punya asuransi jiwa syariah

    Reply
  6. Jodoh, mau dan rejeki memang tidak bisa diprediksi kpan datang dan pergi. Tapi ketiganya tetap butuh perencanaan sebelumnya supaya tidak terjadi hal yang lebih buruk. Asuransi Jiwa Syariah seperti ini perlu dipersiapkan

    Reply
  7. Seiring bertambahnya umur, jadi mulai mikir untuk persiapan di masa depan. Asuransi salah satunya. Dari berbagai macam tawaran asuransi yang bagus, aku paling tertarik sama asuransi syariah karena memegang prinsip syariah.

    Reply
  8. oh gitu.. ada hangus2nya segala ya kalo konvensional.. saya ga paham soalnya kalo asuransi konvensional sm yg syariah.. enak yg syariah dong ya..

    Reply
  9. Inilah enaknya asuransi syariah. Kita nggak perlu khawatir akan bahayanya riba. Karena sudah pasti yang berbasis syariah itu bebas dari riba. Kalau sudah begitu, pasti akan banyak yang melek sama pentingnya asuransi.

    Reply
  10. Saya suka prinsip dalam Asuransi Syariah, sangat membuat nyaman. Apalagi pengelolaan dana tabarru’ benar-benar jauh dari riba. Jadi lebih tenang dalam menginvestasikan dana.

    Reply
  11. wah konsep pembagian uangnya bisa jadi referensi buat saya ya mba, selama ini saya habis begitu saja uangnya, ilmunya pasti banyak banget niy ikutan acara ini

    Reply
  12. PR besar untuk mengalokasikan dana dan dibagi-bagi ya bun
    tapi makasih banget nih bun, asuransi asli penting banget buat perlindungan kok

    Reply
  13. Alhamdulillah,
    Dengan akad yang sedari awal sudah benar, semoga asuransi syariah akan membawa keberkahan hingga akhir bagi keluarga muslim.

    Reply
  14. Asuransi jiwa emang penting banget…Harus pilih yang paling aman, nyaman, dan tentu saja tidak melanggar ketentuan agama.. Apalagi preminya terjangkau banget..

    Reply
  15. Bagi beberapa orang yang gak paham apa itu asuransi, pasti mikirnya gak penting.

    Tapi sebenarnya dibutuhkan sebagai plan B tak terduga ya kak

    Reply
  16. Webinarnya membuka wawasan banget tentang asuransi ya mba. Senang juga semakin banyak produk asuransi syariah, jadi ga khawatir lagi tentang kehalalan asuransi😍

    Reply
  17. punya asuransi, terutama asuransi jiwa ini emang penting banget ya bund.. cuma kadang aku masih bingung untuk pilih asuransi mana yang tepat. makasih informasinya ya bun

    Reply
  18. Asli banget nih PR besar untuk kelola asuransi yang mana keuangannya harus stabil dulu biar aman kan. Makasih ya bun. Buat tips dan sharingnya

    Reply
  19. wah menarik banget nih konsep asuransi jiwa syariah aku baru tau setelah baca artikel ini, jadi konsepnya akan kembali sepenuhnya ke pemegang polis ya, jatuhnya seperti tabungan masa depan.

    Reply
  20. Wahhh.. terima kasih mom infonya. Aku jadi tambah MELEK financial untuk keluarga. Perhitungannya boleh juga yaa aku pakai. Sehat selalu mom.

    Reply
  21. Dulu sekali saya pernah jadi nasabah asuransi. Bahkan lebih dari satu. Belakangan saya tutup karena baru tahu kalo ada unsur riba. Kalau yang ini bebas riba bisa jadi pertimbangan untuk ikut lagi

    Reply

Leave a Comment