Manfaat Sensory Play Untuk Tumbuh Kembang Anak

Sensory play untuk tumbuh kembang anak
Sensory play untuk tumbuh kembang anak
banner 120x600
banner 468x60

Selain perkembengan motorik, perkembangan sensorik anak juga perlu diperhatikan dan dilatih. Salah satu bentuk pelatihan yang bisa dilakukan oleh ayah dan ibu adalah dengan menggunakan sensory play untuk tumbuh kembang anak. Ada banyak manfaat sensory play ini yang akan kita bahas nanti.

Manfaat Sensory Play Untuk Tumbuh Kembang Anak

Sebelum membahas apa saja manfaat sensory play untuk anak, kita akan mengenal terlebih dulu apa itu sensory play lebih lanjut.

Menurut salah satu media kesehatan “Healthline”, sensory play adalah sebuah permainan yang mampu menstimulus dan mengaktifkan indera-indera pada bayi. Sensory play ini biasanya berfokus pada indra peraba, penglihatan, dan pendengar.

Hal ini karena ketika masih anak-anak, biasanya manusia berinteraksi dengan dunia melalui kelima inderanya. Seperti penglihatan, perasa, peraba, penciuman, dan penglihatan.

Dan, dengan seiring berjalannya waktu, anak akan mulai mengenal dunia dengan proses gerakan dan keseimbangan.

Dari pengertian sensory play di atas, ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan untuk anak, yaitu

  • Melatih Rasa Ingin Tahu Anak

Karena sensory play ini membuat anak langsung merasakan apa saja secara hands on. Melalui apa yang dilihat, didenger, dicium, dan disentuh, maka mereka akan semakin menjelajah rasa ingin tahunya. Sehingga Anda akan berlatih untuk memecahkan masalah dan menjadi lebih kreatif.

Contohnya saja ketika anak sering mendengar gula itu manis, maka ia akan lebih penasaran seperti apa rasanya. Lalu, sebagai orang tua, Anda bisa memberikan izin untuk mencoba berbagai rasa seperti manisnya gula, asinnya garam, dan pedasnya cabai. Hal ini nantinya akan membuat anak bisa menemukan pilihan rasa favoritnya.

  • Dapat Mengenali Lingkungan Lebih Detail

Selain sentuhan, Anda juga bisa mengajak anak untuk jalan-jalan di sekitar lingkungan rumah sebagai bagian dari latihan permainan sensorik ini. Karena biasanya pada bayi berusia 0–12 bulan, perkembangan sensoriknya akan lebih mengenal lingkungan sekitar.

Contohnya saja ketika bayi digendong keliling rumah, mata si kecil akan memperhatikan  setiap ruangan dengan warna yang berbeda. Maka, indera penglihatan anak menjadi lebih terlatih. Anak-anak akan diajak untuk mencari solusi dan berpikir logic melalui permainan puzzle

  • Dapat Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak

Mencocokkan bentuk benda atau bermain puzzle merupakan salah satu bentuk sensory play. Dari permainan ini, anak jadi belajar berbagai bentuk yang belum pernah dilihat sebelumnya. Selain itu, anak juga jadi menemukan kosakata baru dan berlatih bahasa.

Contohnya saja ketika anak belum tahu bentuk kuda seperti apa, kemudian diperkenalkan dengan susunan puzzle yang membentuk kepala, kaki, pelana, hingga ekor kuda. Ketika memasang puzzle ini, orang tua bisa menjelaskan tentang ciri fisik kuda tersebut, seperti warna kulit dan ekornya. 

  • Dapat Membedakan Berbagai Jenis Suara

Salah satu perkembangan sensorik anak adalah mampu mengenali berbagai macam jenis suara. Ketika bayi berusia 4 bulan, ia sudah paham nada suara yang punya arti berbeda. Lalu, ketika berusia 6 bulan, bayi mulai eniru suara yang sering ia dengar.

Seiring bertambahnya usia, anak dapat membedakan berbagai macam jenis suara. Contohnya saja suara ambulan, klakson mobi, dan mesin bor.

  • Meningkatkan Kreativitas Anak

Contoh sensory play untuk anak ada banyak. salah satunya berbentuk open-ended play seperti balok kayu. Jenis permainan sensorik yang satu ini dapat mengasah imajinasi anak tanpa adanya batasan. Sehingga anak bisa membuat menara yang tinggi, mobil, atau bentuk binatang seperti kucing.

Meski bentuknya tidak terlalu mirip, anak menjadi lebih terlatih untuk kreatif dan imajinatif. masih ada banyak jenis permainan untuk stimulasi anak. Silahkan baca rekomendasi permainan untuk anak perempuan

Dengan 5 manfaat sensory play untuk tumbuh kembang anak yang sudah disebutkan di atas, Anda bisa mulai untuk mempelajarinya dan berlatih dengan si kecil di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.